Media-Bhayangkara.com
BERITA FAKTA, TRANSPARANSI, SETIA, SESUAI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DENGAN FAKTA YURIDIS

~ AD SKY 160x600 ~

~ AD SKY 160x600 ~

Jelang Pemilu 2019, Peran Polri dan Instansi Terkait Dalam Penanganan Kampanye Hitam di Media Sosial

24

JAKARTA, Media-Bhayangkara.co.id – Guna meminimalisir hoaks serta upaya menghalalkan segala cara untuk memenangi Pilpres 2019, Polri memperkuat Satuan Tugas Nusantara. Peran Polri dan Instansi terkait dalam penanganan kampanye Hitam atau Black Campaign di Media Sosial pada pemilu 2019 sangat diperlukan untuk menindak pelanggar dan penyebar ujaran kebencian.

Dalam kegiatan seminar Kuliah Mahasiswa Angkatan 75 kali ini mengusung tema “Peran Polri dan Instansi Terkait Dalam Penanganan Kampanye Hitam (Black Campaign) di Media Sosial Pada Pemilu 2019,” bertempat di Auditorium PTIK atau Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian acara dimulai mulai pukul 09.00 sd 14.00 WIB, Kamis (06/12/2018).

Acara dibuka oleh Direktur Program Sarjana STIK Brigjen Pol Drs. Budi Siswanto, M.H. dan laporan Ketua Panitia Seminar, Mhs Rendi Johan Prasetya. Seminar tersebut juga menghadirkan Keynote Speaker Ketua KPU Arief Budiman. Adapun Seminar dipandu oleh Moderator, News Anchor Metro TV Silvia Iskandar dengan menghadirkan beberapa Narasumber antara lain Kasatgas Nusantara Irjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, Kabag Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu Harimurti Wicaksono, Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM dan Guru Besar UI Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D.

Ketua KPU Arief Budiman dalam sambutannya menyampaikan kalau pemilih milenial sebanyak 78 juta terbiasa sebagai pengguna medsos, maka dari itu harus diatur tentang penggunaan medsos dalam kampanye. Medsos dapat menjadi alat untuk memanaskan suhu politik dan juga bisa mendinginkan suhu politik menjelang pemilu 2019, pungkasnya.

Sementara Karo Multimedia Divhumas Polri menyatakan bawa peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam melawan black campaign dan hoax, media sosial bukan ruang privat tapi ruang publik, pastikan informasi itu benar dan bermanfaat untuk umum, jangan terpancing emosi, niat baik belum tentu berakhir dengan baik, keburukan bukan untuk disebar dan saring terlebih dahulu sebelum sharing, tegas Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM.

“Kami berharap pendukung pasangan (calon presiden-calon wakil presiden) menjauhi hal-hal yang dapat memecah belah bangsa Walau hanya kalimat sepotong yang dibagikan di media sosial, hal itu bisa berbahaya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Adrianus Meliala menyampaikan kalau Paslon yang menggunakan black campaign kemungkinan besar bukan diuntungkan malah bisa jadi akan kalah dalam kontelasi pemilu.

Sementara Harimurti Wicaksono memaparkan tentang indeks kerawanan pemilu sejumlah daerah di Indonesia hasil dari penelitian Bawaslu, dan menyatakan kalau indeks kerawanan pemilu merupakan early warning bagi petugas terkait untuk mengambil tindakan, kewaspadaan dan pencegahan agar pemilu berjalan dengan baik dan sukses.

(D.Man/MB-BP)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: